Morning Glory
Rabu, 30 Mei 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Disini saya diberi tugas untuk memilih model pembelajaran yang telah di pelajari dan kemudian kembangkan dengan bahasa sendiri model pembelajaran yang dipilih. Tidak lupa setelah itu, kaitkan dengan bimbingan dan konseling di sekolah model pembelajaran tersebut. Saya memilih untuk mengembangkan model pembelajaran investigasi kelompok. Berikut ulasannya.
MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK
Menurut Soppeng (2009) Investigasi atau
penyelidikan merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan siswa
untuk mengembangkan pemahaman siswa melalui berbagai kegiatan dan hasil benar
sesuai pengembangan yang dilalui siswa .
Kegiatan belajarnya diawali dengan pemecahan soal-soal atau masalah-masalah
yang diberikan oleh guru, sedangkan kegiatan belajar selanjutnya cenderung
terbuka, artinya tidak terstruktur secara ketat oleh guru, yang dalam pelaksananya
mengacu pada berbagai teori investigasi.
Menurut Height (dalam
Krismanto, 2004), investigasi berkaitan dengan kegiatan mengobservasi secara
rinci dan menilai secara sistematis. Jadi investigasi adalah proses
penyelidikan yang dilakukan seseorang, dan selanjutnya orang tersebut
mengkomunikasikan hasil perolehannya, dapat membandingkannya dengan perolehan
orang lain, karena dalam suatu investigasi dapat diperoleh satu atau lebih
hasil.
Talmagae dan Hart (dalam
Soppeng, 1977) menyatakan bahwa investigasi diawali oleh soal-soal atau
masalah-yang diberikan oleh guru, sedangkan kegiatan belajarnya cenderung
terbuka, artinya tidak terstruktur secara ketat oleh guru. Siswa dapat memilih
jalan yang cocok bagi mereka. Seperi halnya Height, mereka menyatakan pula
bahwa karena mereka bekerja dan mendiskusikan hasil dengan rekan-rekannya, maka
suasana investigasi ini akan merupakan satu hal yang sangat potensial dalam
menunjang pengertian siswa.
Menurut Soedjadi (dalam Sutrisno, 1999 :
162), model belajar “investigasi” sebenarnya dapat dipandang sebagai model
belajar “pemecahan masalah” atau model “penemuan”. Tetapi model belajar
“investigasi” memiliki kemungkinan besar berhadapan dengan masalah yang
divergen serta alternatif perluasan masalahnya. Sudah barang tentu dalam
pelaksanaannya selalu perlu diperhatikan sasaran atau tujuan yang ingin
dicapai, mungkin tentang suatu konsep atau mungkin tentang suatu prinsip.
Dalam metode investigasi kelompok
terdapat tiga konsep utama ( Udin S. Winaputra, 2001:75). , yaitu:
- Penelitian atau enquiri
Penelitian di sini adalah proses
dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah
tersebut.
- Pengetahuan atau knowledge
Pengetahuan adalah pengalaman belajar
yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Dinamika kelompok atau the dynamic
of the learning group
Dinamika kelompok menunjukkan
suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan
berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling
beragumentasi.
Menurut
pengertian-pengertian dari berbagai sumber yang sudah dijelaskan di atas
menurut pendapat saya, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran investigasi
kelompok merupakan model pembelajaran yang berfokus pada pemecahan suatu
masalah yang diangkat dalam metode penyelidikan. Penyelidikan sendiri berarti
siswa diminta meneliti dan menelaah suatu permasalahan dan kemudian dikemukan
hasil penyelidikannya. Model ini memiliki tujuan mengembangkan daya berpikir
kreativitas dan kritis siswa. Hal ini dapat terjadi karena model ini
mengedepankan proses penyelidikan yang mendalam yang dilakukan oleh semua
anggota kelompok. Siswa juga diberi kebebasan dalam memilih topik dari masalah
yang sudah diberikan oleh guru, sehingga mereka menyelidiki suatu masalah
dengan topik yang mereka minati.
Di dalam kegiatan
investigasi kelompok ini guru hanya
sebagai fasilitator dan motivator. Guru memang terlibat dalam setiap proses
investigasi, tetapi hanya bertindak sebagai sumber maupun pengambil keputusan
akhir jika ada masalah terkait proses investigasi. Oleh karena itu siswa diberi
kebebasan dalam hal cara memecahkan masalah maupun pemilihan sumber serta topik
masalah. Tapi agar siswa bertanggung jawab dan dapat memanfaatkan waktu dengan
baik, guru memberi penekanan pada jangka waktu yang tersedia dan sasaran serta
tujuan yang ingin dicapai dari investigasi kelompok.
Berdasarkan hal tersebut sebelum memulai proses
investigasi kelompok guru sudah mempunyai kontrak atau perjanjian kepada
seluruh siswa mengenai jangka waktu, sasaran
serta tujuan yang ingin dicapai dalam proses ini. Hali ini dilakukan
semata-mata agar siswa ,walaupun diberi kebebasan dalam melakukan investigasi
kelompok, tetapi juga mempunyai tanggung jawab penuh dalam proses
pelaksanaannya agar mendapatkan hasil yang optimal. Hasil dari investigasi
kelompok ini dapat dikatakan sebagai “penemuan”, karena merupakan buah dari
pemikiran yang kritis dan kreatif serta melalui proses analisis, pengamatan,
penelaahan dan kemudian menjadi sebuah hasil dari investigasi kelompok.
Sebelum membahas
tentang kaitan bimbingan dan konseling di sekolah dengan model pembelajaran investigasi
kelompok, saya akan membahas tentang bimbingan dan konseling di sekolah itu
sendiri terlebih dahulu.
Bimbingan
dan konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas-tugas
perkembangan secara optimal sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi. Lebih
lanjut tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai:
(a) kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, (b) kehidupan yang
produktif dan efektif dalam masyarakat, (c) hidup bersama dengan
individu-individu lain, (d) harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan
yang dimilikinya. Dengan demikian peserta didik dapat menikmati kebahagiaan
hidupnya dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat
umumnya
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut,
peserta didik harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan melaksanakan
tujuan hidupnya serta merumuskan rencana hidup yang didasarkan atas tujuan itu;
(2) mengenal dan memahami kebutuhannya secara realistis; (3) mengenal dan
menanggulangi kesulitan-kesulitan sendiri; (4) mengenal dan mengembangkan
kemampuannya secara optimal; (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan
pribadi dan untuk kepentingan umum dalam kehidupan bersama; (6) menyesuaikan
diri dengan keadaan dan tuntutan di dalam lingkungannya; (7) mengembangkan
segala yang dimilikinya secara tepat dan teratur, sesuai dengan tugas
perkembangannya sampai batas optimal.
Bimbingan dan konseling
bertujuan membantu peserta didik agar memiliki kompetensi mengembangkan potensi
dirinya seoptimal mungkin atau mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam
tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasainya sebaik mungkin. Pengembangan
potensi meliputi tiga tahapan, yaitu:
1)
pemahaman dan
kesadaran (awareness),
2)
sikap dan
penerimaan (accommodation),
3)
keterampilan atau
tindakan (action) melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah
ialah :
1)
Agar peserta didik
dapat mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin;
2)
Agar peserta didik
mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri;
3)
Agar peserta didik mengatasi
kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan sekolah,
keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan;
4)
Agar peserta
didik mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi
dan memecahkan masalahnya;
5)
Agar peserta
didik mengatasi kesulitan dalam
menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan
pekerjaan;
6)
Agar peserta didik memperoleh bantuan secara tepat dari
pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak
dapat dipecahkan di sekolah tersebut.
Melihat dari tujuan-tujuan yang telah
disebutkan sebut dapat dikatakan bahwa
konsep model pembelajaran investigasi kelompok sejalan dengan tujuan
bimbingan dan konseling disekolah, hal ini dapat dilihat dari ;
1)
Agar peserta
didik dapat mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin;
Tujuan
bimbingan dan konseling di sekolah ini sejalan dengan konsep model pembelajaran
investigasi kelompok karena, sebagaimana kita ketahui model pembelajaran
investigasi kelompok membebaskan siswa untuk sekreatif dan sekritis mungkin
untuk menyikapi masalah, sehingga hal iniu menjadi berkaitan dengan tujuan
bimbingan dan konseling disekolah yang mempunyai prinsip dapat mengembangkan
seluruh potensi siswa seoptimal mungkin;
2)
Agar peserta
didik mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri;
Didalam model
pembelajaran model pembelajaran investigasi kelompok siswa dibebaskan untuk
memilih topik yang ingin diangkat dan dipelajari lebih mendalam serta siswa
dituntut mandiri dalam memecahkan masalah. Hal ini sejalan dengan tujuan dari
bimbingan dan konseling di sekolah yang ingin siswa dpat memahami dirinya
sendiri dlam mengatasi kesulitan. Sehinnga jika siswa mengalami masalah dalam
melakukan investigasi kemudian dirinya berhasil mengatasi masalah tersebut
berarti siswa berhasil memahami dirinya sendiri saat mengalami kesulitan.
3)
Agar peserta didik
mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan
sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan;
Hal ini
sejalan dengan model pembelajaran investigasi kelompok karena dengan melakukan
investigasi siswa dituntut untuk kritis dalam menyikapi keadaan lingkungannya
agar dapat memecahkan masalah yang dihadapi.
4)
Agar peserta
didik mengatasi kesulitan dalam
mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya;
Dengan
menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok siswa diberi tanggung jawab
penuh saat melakukan penyelidikan. Siswa juga terikat kontrak atau perjanjian
dengan guru untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan batas waktu, tujuan
dan sasaran yang ingin dicapai dengan jelas. Jadi siswa diajak mengidentifikasi
dan memecahkan masalah dengan patokan yang telah ditentukan sebelumnya.
5)
Agar peserta
didik mengatasi kesulitan dalam
menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan
pekerjaan;
Karena dalam
model pembelajaran investigasi kelompk siswa diberi kebebasan memilih topik
yang ingin diungkap atau dibahas secara mendalam, berarti hal ini mengandung
pengertian bahwa siswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sesuatu sesuai
dengan bakat dan minatnya.
6)
Agar peserta
didik memperoleh bantuan secara tepat
dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak
dapat dipecahkan di sekolah tersebut.
Dalam model
pembelajaran investigasi kelompok siswa diberi kebebasan untuk mencari sumber
pemecahan masalah dari mana saja, tidak harus bersumber dari guru, sehingga
siswa dapat memperoleh bantuan dari pihak luar sesuai dengan yang diperlukan.
Dari
uraian tentang bimbingan dan konseling di sekolah diatas menurut saya dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran investigasi kelompok memiliki kaitan
dengan bimbingan dan konseling disekolah dan model ini dapat diterapkan dalam
bimbingan dan konseling di sekolah.
SUMBER :
Aunurrahman. (2005).
Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Slavin, Robert. (2005). Cooperative Learning:
Teori, Riset dan Praktik. Bandung:
Nusa.Media.
Asmani,Jamal Ma'mur.(2010).Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jogjakarta : Diva Press
Rabu, 23 Mei 2012
KONSELING BERBASIS SOLUSI
Asumsi-asumsi dasar dari konseling berbasis solusi, antara lain :
- Tujuan
konseling dipilih oleh klien dan klien memiliki sumber daya untuk
melakukan perubahan.
- Keterampilan konseling
terletak pada kemampuan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan
dan menggunakan respon klien untuk berperilaku.
- Tidak bijaksana memeprkenalkan topik/emosi ke dalam sesi konseling, kecuali klien harus melakukannya terlebih dahulu. Karena di dalam konseling ini, difokuskan pada perubahan atau tindakan nyata secara langsun.
- Ubahlah perasaan klien melalaui pikiran dan perilakunya.
- Konseling ini berfokus pada pencapaian tujuan atau perubahan apa yang ingin dilakukan untuk menyelesaikan masalah, bukan pada perasaan klien terhadap masalah yang dihadapi.
- Penting untuk meminta klien untuk mencatat perubahan-perubahan apa yang mereka lakukan saat konseling atau mengulang kembali perubahan-perubahan yang ingin dicapai pada akhir konseling. Melakukannya berarti menyiratkan bahwa perubahan tidak dapat dihindari dan bahwa klien akan aktif dengan sendirinya dalam melakukan perubahan.
Disini saya akan memberi contoh
verbatim konseling berbasis solusi yang saya buat sendiri, semoga dapat bermanfaat :)
Verbatim Konseling
Klien
|
Assalammulaikum Bu
|
Konselor
|
Waalaikum salam ,mari
silahkan masuk
|
Klien
|
Iya terima kasih bu
|
Konselor
|
Ini mbak Yoana ya,
dari BK semester 6 betul ?
|
Klien
|
Iya bu saya BK
semester 6
|
Konselor
|
O. begitu, apa
tidak kuliah kok datang kemari mbak Yoana ?
|
Klien
|
Iya bu memang
sudah pulang kuliah jam segini
|
Konselor
|
O, iya ibu
mengerti. Kalau boleh ibu tahu ada keperluan apa
mbak Yoana menemui ibu kemari ?
|
Klien
|
Saya butuh bantuan bu, tapi saya
malu mengatakannya
|
Konselor
|
Tidak perlu malu mbak
Yoana, ibu akan membantu permasalahan
yang mbak Yoana alami semampu ibu. Dan ibu sebagai konselor terikat
oleh kode etik keprofesional sehingga ibu akan menjaga kerahasian dari
permasalahan yang mbak Yoana ceritakan ke ibu. Coba sekarang ceritakan kepada ibu yang mbak Yoana ingin utarakan , yang
membelenggu mbak Yoana selama ini ?
|
Klien
|
Begini bu saya merasa tertekan dan serba salah dengan pacar saya.
|
Konselor
|
Hmm, kalau boleh
ibu tahu apa yang menyebabkan mbak Yoana merasa tertekan dan serba salah
terhadap pacar mbak Yoana?
|
Klien
|
Pacar saya selalu
meributkan hal-hal yang sepele, dikit-dikit marah dan ngambek dan dia juga
sering melarang-melarang saya.
|
Konselor
|
Coba ceritakan
lebih detail lagi mbak Yoana
|
Klien
|
Begini bu
misalnya saja saya tidak menelpon atau sms sehari saja sehari saja, dia
langsung marah-marah. Dia bilang saya tidak perhatian lah bu, malah menuduh
saya selingkuh. Saya kan jadi sakit hati bu, dituduh yang tidak-tidak seperti
itu. Padahal saya kan tidak sms atau telepon karena saya sibuk, tapi dia
tetap tidak percaya, tetap mencurigai saya. Saya kan jadi tertekan kalau
begini terus
|
Konselor
|
O sampai seperti
itu ya? Kalau boleh ibu tahu sudah
berapa lama kalian berpacaran ?
|
Klien
|
Sudah 3 tahun bu
|
Konselor
|
Dan kapan
kira-kira pacar mbak Yoana bersikap seperti itu ?
|
Klien
|
Baru setahun
belakangan ini bu
|
Konselor
|
O, jadi dulu
pacar mbak Yoana tidak cemberuan dan overprotektif seperti ini ya?
|
Klien
|
Iya bu, dulu dia
tidak seperti ini, dulu dia sabar, penyayang . Tidak seperti sekarang
mengekang seperti ini
|
Konselor
|
Jadi pacar mabak
Yoana bersikap seperti ini abaru setahun belakangan ini, dulunya tidak
seperti ini ?
|
Klien
|
Iya bu dulu dia
pengertian lah pokoknya,g seperti sekarang jadi menjengkelkan setengah mati
|
Konselor
|
O begitu ibu
mengerti. Apakah mbak Yoana pernah bertanya kepada pacarnya apa alasannya
bersikap seperti sekarang ini ?
|
Klien
|
Saya belum pernah
bertanya kepadanya, soalnya saya takut bu kalau dia malah marah pada saya
|
Konselor
|
Jadi sekarang ini
mbak Yoana menuruti saja perlakukan pacar mbak Yoana yang seperti itu tanpa
meminta penjelasan apa yang menyebabkan dia bersikap seperti itu ?
|
Klien
|
Ya sekarang saya
marahan sama dia. Saya sengaja g menghubungi dia, g balas smsnya. Soalnya
saya masih jengkel bu. Tapi saya memang g berani bertanya pada dia apa alasan
dia bersikap overprotektif begitu, saya takut bu dia tambah marah, nanti
malah minta putus bu
|
Konselor
|
Berarti mbak
Yoana sekarang ini berusaha menjauhi pacar mbak Yoana ?
|
Klien
|
Iya bu soalnya
saya sebel sama dia
|
Konselor
|
Kalau boleh ibu
tahu, kalian satu kampus atau satu kelas ?
|
Klien
|
Kita satu kampus,
tapi dia anak sastra. Tapi sekarang saya juga jadi g konsen untuk belajar,
saya kepikiran dia terus bu. Di kampus saya juga takut kalau tiba-tiba nanti
di jalan bertemu dengna dia, saya jadinya pengen di rumah terus,malas ke kampus.
|
Konselor
|
Baik ibu memahami
masalah mbak Yoana, namun ada yang lebih penting dari sekedar membicarakan
masalah yang sedang mbak Yoana hadapi, yaiut mencari solusi yang tepat dari
masalah ini
|
Konselor
|
Kalau kamu
berusaha menjauhi pacarmu, Bagaimana kamu bisa
melanjutkan hubungan ini ? kapan kamu
merasa nyaman dengan pacar kamu ? (Exception)
|
Klien
|
Ya saya g pernah
merasa nyaman sama dia lah bu, dia mengekang gitu terus. Makanya bu saya
bingung, saya tu masih cinta dengan dia bu, saya tidak mau putus, saya tidak
mau kehilangan dia. Tapi saya juga tidak mau kalau terus di kekang seperti
ini, tapi saya juga takut untuk menanyakan alasan dari perlakuan dia seperti
ini, saya takut dia marah bu.Saya juga g mau klo marah2an gni terus bu, saya
kangen sama dia. Saya juga takut kalau masalah ini berkepanjangan saya jadi g
fokus kuliah dan jadi males belajar
|
Konselor
|
Oya ibu mengerti
mbak Yoana. Sekarang coba mbak Yoana tenangkan pikiran dan berusaha rileks.
Coba bayangkan mbak Yoana dalam keadaan bermimpi, dalam mimpi apa yang mbak
Yoana bayangkan ? (Miracle
Question)
|
Klien
|
Ya saya ingin
agar tidak marahan dengan pacar saya lagi. Saya ingin pacar saya kembali
seperti dulu lagi, tidak overprotektif dan mengekang-mengekang. Saya pingin
dia percaya dengan saya dan sayang sama saya bu, sehingga saya bisa
konsentrasi kuliah lagi.
|
Konselor
|
Ya bagus sekali
itu mbak Yoana, kalau begitu apa yang ingin mbak Yoana lakukan untuk
mewujudkan mimpi tersebut ?
|
Klien
|
Saya bingung bu
harus melakukan apa, saya bingung harus mulai dari mana bu.
|
Konselor
|
Kalau begitu kamu
ingin di kondisi seperti sekarang ini atau ingin seperti mimpi kamu ?
|
Klien
|
Ya saya ingin
keadaan berubah seperti di mimpi saya bu
|
Konselor
|
Oke kalau begitu
ibu akan membantu mbak Yoana. Disini ibu mempunyai rentang angka dari angka
0-10. 0 berarti posisi mbak Yoana sekarang ini, yaitu keadaan terpuruk atau
dalam kedaan bermasalah. Sedang angka 10 itu berarti kedaan seperti di mimpi
mbak Yoana. Sebelumnya ibu mau bertanya, kamu ingin berada sampai di angka
berapa mbak Yoana ?
|
Klien
|
Saya ingin berada
di posisi lima bu
|
Konselor
|
Dan angka 5 itu
berarti keadaan apa yang diinginkan mbak Yoana ?
|
Klien
|
Ya saya tau
alasan mengapa pacar saya bersikap seperti itu,sehingga saya jadi bisa konsen
kuliah lagi
|
Konselor
|
Oke bagus sekali
itu mbak Yoana. Tapi sebelum menuju ke angka 5 masih ada angka 1,2,3 dan 4
yang harus dilalui. Kalau begitu apa yang ingin dilakukan mbak Yoana untuk
angka 1,2,3 dan 4 ?
|
Klien
|
Duh, saya bingung
bu.
|
Konselor
|
Tenang mbak
Yoana, dipikirkan saja secara
pelan-pelan dan bertahap. Kira2 di angka 1 apa yang ingin dilakukan terlebih
dahulu oleh mbak Yoana ?
|
Klien
|
Ya saya akan
mencoba sms dia bu
|
Konselor
|
Wah, bagus itu,
kemudian apa yang ingin dilakukan mbak Yoana pada rentang angka 2?
|
Klien
|
Saya kan menjawab
sms dan telepon dia bu, pokoknya saya tidak menghindari dia lagi
|
Konselor
|
Oke kemudian di
angka 3 ?
|
Klien
|
Saya akan mencoba
menuruti dia bu, pokoknya sms tiap hari, kasih kabar terus seperti yang pacar
saya inginkan
|
Konselor
|
Kemudian di angka
4 ?
|
Klien
|
Ya saya mencoba
meminta penjelasan atau alasan dia bersikap seperti itu bu
|
Konselor
|
Wah bagus sekali
mbak Yoana. Kira2 kapan mbak Yoana ingin mulai mencoba melakukannya?
|
Klien
|
Ya saya akan
mulai besok pagi bu, saya akan sms dia.
|
Konselor
|
Kalau begitu
bagaimana ibu bisa tahu mbak Yoana sudah mencobanya ?
|
Klien
|
Saya akan kembali
lagi bu kesini. Kira2 seminggu dari sekarang
|
Konselor
|
Oke kalau
begitu,tetapi sebelumnya coba mbak Yoana ulangi lagi apa yang akan dilakukan
mabk Yoana itu ?
|
Klien
|
Di rentang angka no. 1 saya akan mencoba sms
dia. Di no.2 saya akan membalas semua sms dan telepon dari dia, pokoknya saya
mencoba untuk tidak menghindar lagi
dari pacar saya. Di no.3 saya akan menuruti kemauannya,kasih kabar terus
setiap hari. Di no.4 saya akan mencoba meminta penjelasan atau alasan dia
bersikap seperti itu. Dan di angka 5 saya sudah tau alasan mengapa pacar saya
bersikap seperti itu, sehingga saya jadi bisa konsen kuliah lagi bu.
|
Konselor
|
Ya bagus sekali,
jadi kamu sudah mantap dengan
pilihanmu sendiri apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan masalahmu
|
Konselor
|
Karena waktu
sudah menunjukkan jam 2, bagiman kalau pertemuan konseling kita hari ini kita
akhiri dulu begitu, mbak Yoana ?
|
Klien
|
Ya bu begitu juga
tidak apa-apa.
|
Konselor
|
Ya, kalau begitu
kita akan betemu lagi seminggu dari sekarang ya mbak Yoana. Ibu doakan semoga
kamu sukses menjalankan tujuan kamu
|
Klien
|
Ya bu, terima
kasih
|
SUMBER :
Hand- Out "Prosedur dan Teknik TBS" dari Ibu Dra.Sri Wiyanti, M.Si dengan beberapa perubahan
Langganan:
Postingan (Atom)