Selasa, 29 Mei 2012




Disini saya diberi tugas untuk memilih model pembelajaran yang telah di pelajari dan kemudian kembangkan dengan bahasa sendiri model pembelajaran yang dipilih. Tidak lupa setelah itu, kaitkan dengan bimbingan dan konseling di sekolah model pembelajaran tersebut. Saya memilih untuk mengembangkan model pembelajaran investigasi kelompok. Berikut ulasannya.


MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK

Menurut Soppeng (2009) Investigasi atau penyelidikan merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan siswa untuk mengembangkan pemahaman siswa melalui berbagai kegiatan dan hasil benar sesuai pengembangan yang dilalui siswa  . Kegiatan belajarnya diawali dengan pemecahan soal-soal atau masalah-masalah yang diberikan oleh guru, sedangkan kegiatan belajar selanjutnya cenderung terbuka, artinya tidak terstruktur secara ketat oleh guru, yang dalam pelaksananya mengacu pada berbagai teori investigasi.
Menurut Height (dalam Krismanto, 2004), investigasi berkaitan dengan kegiatan mengobservasi secara rinci dan menilai secara sistematis. Jadi investigasi adalah proses penyelidikan yang dilakukan seseorang, dan selanjutnya orang tersebut mengkomunikasikan hasil perolehannya, dapat membandingkannya dengan perolehan orang lain, karena dalam suatu investigasi dapat diperoleh satu atau lebih hasil.
Talmagae dan Hart (dalam Soppeng, 1977) menyatakan bahwa investigasi diawali oleh soal-soal atau masalah-yang diberikan oleh guru, sedangkan kegiatan belajarnya cenderung terbuka, artinya tidak terstruktur secara ketat oleh guru. Siswa dapat memilih jalan yang cocok bagi mereka. Seperi halnya Height, mereka menyatakan pula bahwa karena mereka bekerja dan mendiskusikan hasil dengan rekan-rekannya, maka suasana investigasi ini akan merupakan satu hal yang sangat potensial dalam menunjang pengertian siswa.
Menurut Soedjadi (dalam Sutrisno, 1999 : 162), model belajar “investigasi” sebenarnya dapat dipandang sebagai model belajar “pemecahan masalah” atau model “penemuan”. Tetapi model belajar “investigasi” memiliki kemungkinan besar berhadapan dengan masalah yang divergen serta alternatif perluasan masalahnya. Sudah barang tentu dalam pelaksanaannya selalu perlu diperhatikan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai, mungkin tentang suatu konsep atau mungkin tentang suatu prinsip.
Dalam metode investigasi kelompok terdapat tiga konsep utama ( Udin S. Winaputra, 2001:75). , yaitu:
  1. Penelitian atau enquiri
Penelitian di sini adalah proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut.

  1. Pengetahuan atau knowledge
Pengetahuan adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung.
  1. Dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group
Dinamika kelompok menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling beragumentasi.
Menurut pengertian-pengertian dari berbagai sumber yang sudah dijelaskan di atas menurut pendapat saya, dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran investigasi kelompok merupakan model pembelajaran yang berfokus pada pemecahan suatu masalah yang diangkat dalam metode penyelidikan. Penyelidikan sendiri berarti siswa diminta meneliti dan menelaah suatu permasalahan dan kemudian dikemukan hasil penyelidikannya. Model ini memiliki tujuan mengembangkan daya berpikir kreativitas dan kritis siswa. Hal ini dapat terjadi karena model ini mengedepankan proses penyelidikan yang mendalam yang dilakukan oleh semua anggota kelompok. Siswa juga diberi kebebasan dalam memilih topik dari masalah yang sudah diberikan oleh guru, sehingga mereka menyelidiki suatu masalah dengan topik yang mereka minati.
Di dalam kegiatan investigasi kelompok ini  guru hanya sebagai fasilitator dan motivator. Guru memang terlibat dalam setiap proses investigasi, tetapi hanya bertindak sebagai sumber maupun pengambil keputusan akhir jika ada masalah terkait proses investigasi. Oleh karena itu siswa diberi kebebasan dalam hal cara memecahkan masalah maupun pemilihan sumber serta topik masalah. Tapi agar siswa bertanggung jawab dan dapat memanfaatkan waktu dengan baik, guru memberi penekanan pada jangka waktu yang tersedia dan sasaran serta tujuan yang ingin dicapai dari investigasi kelompok.
Berdasarkan hal tersebut sebelum memulai proses investigasi kelompok guru sudah mempunyai kontrak atau perjanjian kepada seluruh siswa mengenai jangka waktu,  sasaran serta tujuan yang ingin dicapai dalam proses ini. Hali ini dilakukan semata-mata agar siswa ,walaupun diberi kebebasan dalam melakukan investigasi kelompok, tetapi juga mempunyai tanggung jawab penuh dalam proses pelaksanaannya agar mendapatkan hasil yang optimal. Hasil dari investigasi kelompok ini dapat dikatakan sebagai “penemuan”, karena merupakan buah dari pemikiran yang kritis dan kreatif serta melalui proses analisis, pengamatan, penelaahan dan kemudian menjadi sebuah hasil dari investigasi kelompok.
Sebelum membahas tentang kaitan bimbingan dan konseling di sekolah dengan model pembelajaran investigasi kelompok, saya akan membahas tentang bimbingan dan konseling di sekolah itu sendiri terlebih dahulu.
     Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi. Lebih lanjut tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai: (a) kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, (b) kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat, (c) hidup bersama dengan individu-individu lain, (d) harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian peserta didik dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat umumnya
     Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, peserta didik harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan melaksanakan tujuan hidupnya serta merumuskan rencana hidup yang didasarkan atas tujuan itu; (2) mengenal dan memahami kebutuhannya secara realistis; (3) mengenal dan menanggulangi kesulitan-kesulitan sendiri; (4) mengenal dan mengembangkan kemampuannya secara optimal; (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan pribadi dan untuk kepentingan umum dalam kehidupan bersama; (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan di dalam lingkungannya; (7) mengembangkan segala yang dimilikinya secara tepat dan teratur, sesuai dengan tugas perkembangannya sampai batas optimal. 
Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik agar memiliki kompetensi mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin atau mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasainya sebaik mungkin. Pengembangan potensi meliputi tiga tahapan, yaitu:
1)      pemahaman dan kesadaran (awareness),
2)      sikap dan penerimaan (accommodation),
3)      keterampilan atau tindakan (action) melaksanakan tugas-tugas perkembangan.


Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah ialah :
1)      Agar peserta didik dapat mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin;
2)      Agar peserta didik mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri;
3)      Agar peserta didik mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan;
4)      Agar peserta didik  mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya;
5)      Agar peserta didik  mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan;
6)      Agar peserta didik  memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebut.

Melihat dari tujuan-tujuan yang telah  disebutkan sebut dapat dikatakan bahwa  konsep model pembelajaran investigasi kelompok sejalan dengan tujuan bimbingan dan konseling disekolah, hal ini dapat dilihat dari ;
1)      Agar peserta didik dapat mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin;
Tujuan bimbingan dan konseling di sekolah ini sejalan dengan konsep model pembelajaran investigasi kelompok karena, sebagaimana kita ketahui model pembelajaran investigasi kelompok membebaskan siswa untuk sekreatif dan sekritis mungkin untuk menyikapi masalah, sehingga hal iniu menjadi berkaitan dengan tujuan bimbingan dan konseling disekolah yang mempunyai prinsip dapat mengembangkan seluruh potensi siswa seoptimal mungkin;
2)      Agar peserta didik mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri;
Didalam model pembelajaran model pembelajaran investigasi kelompok siswa dibebaskan untuk memilih topik yang ingin diangkat dan dipelajari lebih mendalam serta siswa dituntut mandiri dalam memecahkan masalah. Hal ini sejalan dengan tujuan dari bimbingan dan konseling di sekolah yang ingin siswa dpat memahami dirinya sendiri dlam mengatasi kesulitan. Sehinnga jika siswa mengalami masalah dalam melakukan investigasi kemudian dirinya berhasil mengatasi masalah tersebut berarti siswa berhasil memahami dirinya sendiri saat mengalami kesulitan.
3)      Agar peserta didik mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan;
Hal ini sejalan dengan model pembelajaran investigasi kelompok karena dengan melakukan investigasi siswa dituntut untuk kritis dalam menyikapi keadaan lingkungannya agar dapat memecahkan masalah yang dihadapi.
4)      Agar peserta didik  mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya;
Dengan menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok siswa diberi tanggung jawab penuh saat melakukan penyelidikan. Siswa juga terikat kontrak atau perjanjian dengan guru untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan batas waktu, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dengan jelas. Jadi siswa diajak mengidentifikasi dan memecahkan masalah dengan patokan yang telah ditentukan sebelumnya.
5)      Agar peserta didik  mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan;
Karena dalam model pembelajaran investigasi kelompk siswa diberi kebebasan memilih topik yang ingin diungkap atau dibahas secara mendalam, berarti hal ini mengandung pengertian bahwa siswa diberi kesempatan untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan bakat dan minatnya.
6)      Agar peserta didik  memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebut.
Dalam model pembelajaran investigasi kelompok siswa diberi kebebasan untuk mencari sumber pemecahan masalah dari mana saja, tidak harus bersumber dari guru, sehingga siswa dapat memperoleh bantuan dari pihak luar sesuai dengan yang diperlukan.
Dari uraian tentang bimbingan dan konseling di sekolah diatas menurut saya dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran investigasi kelompok memiliki kaitan dengan bimbingan dan konseling disekolah dan model ini dapat diterapkan dalam bimbingan dan konseling di sekolah.


SUMBER :
Aunurrahman. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Slavin, Robert. (2005). Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik. Bandung:             
           Nusa.Media.
Asmani,Jamal Ma'mur.(2010).Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jogjakarta : Diva Press


Rabu, 23 Mei 2012


KONSELING BERBASIS SOLUSI

Asumsi-asumsi dasar dari konseling berbasis solusi, antara lain :
  1. Tujuan konseling dipilih oleh klien dan klien memiliki sumber daya untuk melakukan perubahan.
  2. Keterampilan konseling terletak pada kemampuan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan dan menggunakan respon klien untuk berperilaku.
  3. Tidak bijaksana memeprkenalkan topik/emosi ke dalam sesi konseling, kecuali klien harus melakukannya terlebih dahulu. Karena di dalam konseling ini, difokuskan pada perubahan atau tindakan nyata secara langsun.
  4. Ubahlah perasaan klien melalaui pikiran dan perilakunya.
  5. Konseling ini berfokus pada pencapaian tujuan atau perubahan apa yang ingin dilakukan untuk menyelesaikan masalah, bukan pada perasaan klien terhadap masalah yang dihadapi.
  6. Penting untuk meminta klien untuk mencatat perubahan-perubahan apa yang mereka lakukan saat konseling atau mengulang kembali perubahan-perubahan yang ingin dicapai pada akhir konseling. Melakukannya berarti menyiratkan bahwa perubahan tidak dapat  dihindari dan bahwa klien akan aktif dengan sendirinya dalam melakukan perubahan.
Disini saya akan memberi contoh verbatim konseling berbasis solusi yang saya buat sendiri, semoga dapat bermanfaat :)


Verbatim Konseling
Klien
Assalammulaikum Bu
Konselor
Waalaikum salam ,mari silahkan masuk
Klien
Iya terima kasih bu
Konselor
Ini mbak Yoana ya, dari BK semester 6 betul ?
Klien
Iya bu saya BK semester 6
Konselor
O. begitu, apa tidak kuliah kok datang kemari mbak Yoana ?
Klien
Iya bu memang sudah pulang kuliah jam segini
Konselor
O, iya ibu mengerti. Kalau boleh ibu tahu ada keperluan apa mbak Yoana menemui ibu kemari ?
Klien
Saya butuh bantuan bu, tapi saya malu mengatakannya
Konselor
Tidak perlu malu mbak Yoana, ibu akan membantu permasalahan  yang mbak Yoana alami semampu ibu. Dan ibu sebagai konselor terikat oleh kode etik keprofesional sehingga ibu akan menjaga kerahasian dari permasalahan yang mbak Yoana ceritakan ke ibu. Coba sekarang ceritakan kepada ibu yang mbak Yoana ingin utarakan , yang membelenggu mbak Yoana selama ini ?
Klien
Begini bu saya merasa tertekan dan serba salah dengan pacar saya.
Konselor
Hmm, kalau boleh ibu tahu apa yang menyebabkan mbak Yoana merasa tertekan dan serba salah terhadap pacar mbak Yoana?
Klien
Pacar saya selalu meributkan hal-hal yang sepele, dikit-dikit marah dan ngambek dan dia juga sering melarang-melarang saya.
Konselor
Coba ceritakan lebih detail lagi mbak Yoana
Klien
Begini bu misalnya saja saya tidak menelpon atau sms sehari saja sehari saja, dia langsung marah-marah. Dia bilang saya tidak perhatian lah bu, malah menuduh saya selingkuh. Saya kan jadi sakit hati bu, dituduh yang tidak-tidak seperti itu. Padahal saya kan tidak sms atau telepon karena saya sibuk, tapi dia tetap tidak percaya, tetap mencurigai saya. Saya kan jadi tertekan kalau begini terus
Konselor
O sampai seperti itu ya?  Kalau boleh ibu tahu sudah berapa lama kalian berpacaran ?
Klien
Sudah 3 tahun bu
Konselor
Dan kapan kira-kira pacar mbak Yoana bersikap seperti itu ?
Klien
Baru setahun belakangan ini bu
Konselor
O, jadi dulu pacar mbak Yoana tidak cemberuan dan overprotektif seperti ini ya?
Klien
Iya bu, dulu dia tidak seperti ini, dulu dia sabar, penyayang . Tidak seperti sekarang mengekang seperti ini
Konselor
Jadi pacar mabak Yoana bersikap seperti ini abaru setahun belakangan ini, dulunya tidak seperti ini ?
Klien
Iya bu dulu dia pengertian lah pokoknya,g seperti sekarang jadi menjengkelkan setengah mati
Konselor
O begitu ibu mengerti. Apakah mbak Yoana pernah bertanya kepada pacarnya apa alasannya bersikap seperti sekarang ini ?
Klien
Saya belum pernah bertanya kepadanya, soalnya saya takut bu kalau dia malah marah pada saya
Konselor
Jadi sekarang ini mbak Yoana menuruti saja perlakukan pacar mbak Yoana yang seperti itu tanpa meminta penjelasan apa yang menyebabkan dia bersikap seperti itu ?
Klien
Ya sekarang saya marahan sama dia. Saya sengaja g menghubungi dia, g balas smsnya. Soalnya saya masih jengkel bu. Tapi saya memang g berani bertanya pada dia apa alasan dia bersikap overprotektif begitu, saya takut bu dia tambah marah, nanti malah minta putus bu
Konselor
Berarti mbak Yoana sekarang ini berusaha menjauhi pacar mbak Yoana ?
Klien
Iya bu soalnya saya sebel sama dia
Konselor
Kalau boleh ibu tahu, kalian satu kampus atau satu kelas ?
Klien
Kita satu kampus, tapi dia anak sastra. Tapi sekarang saya juga jadi g konsen untuk belajar, saya kepikiran dia terus bu. Di kampus saya juga takut kalau tiba-tiba nanti di jalan bertemu dengna dia, saya jadinya pengen di rumah terus,malas ke kampus.
Konselor
Baik ibu memahami masalah mbak Yoana, namun ada yang lebih penting dari sekedar membicarakan masalah yang sedang mbak Yoana hadapi, yaiut mencari solusi yang tepat dari masalah ini
Konselor
Kalau kamu berusaha menjauhi pacarmu, Bagaimana kamu bisa melanjutkan hubungan ini ? kapan kamu merasa nyaman dengan pacar kamu ? (Exception)
Klien
Ya saya g pernah merasa nyaman sama dia lah bu, dia mengekang gitu terus. Makanya bu saya bingung, saya tu masih cinta dengan dia bu, saya tidak mau putus, saya tidak mau kehilangan dia. Tapi saya juga tidak mau kalau terus di kekang seperti ini, tapi saya juga takut untuk menanyakan alasan dari perlakuan dia seperti ini, saya takut dia marah bu.Saya juga g mau klo marah2an gni terus bu, saya kangen sama dia. Saya juga takut kalau masalah ini berkepanjangan saya jadi g fokus kuliah dan jadi males belajar
Konselor
Oya ibu mengerti mbak Yoana. Sekarang coba mbak Yoana tenangkan pikiran dan berusaha rileks. Coba bayangkan mbak Yoana dalam keadaan bermimpi, dalam mimpi apa yang mbak Yoana bayangkan ?  (Miracle Question)
Klien
Ya saya ingin agar tidak marahan dengan pacar saya lagi. Saya ingin pacar saya kembali seperti dulu lagi, tidak overprotektif dan mengekang-mengekang. Saya pingin dia percaya dengan saya dan sayang sama saya bu, sehingga saya bisa konsentrasi kuliah lagi.
Konselor
Ya bagus sekali itu mbak Yoana, kalau begitu apa yang ingin mbak Yoana lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut ?
Klien
Saya bingung bu harus melakukan apa, saya bingung harus mulai dari mana bu.
Konselor
Kalau begitu kamu ingin di kondisi seperti sekarang ini atau ingin seperti mimpi kamu ?
Klien
Ya saya ingin keadaan berubah seperti di mimpi saya bu
Konselor
Oke kalau begitu ibu akan membantu mbak Yoana. Disini ibu mempunyai rentang angka dari angka 0-10. 0 berarti posisi mbak Yoana sekarang ini, yaitu keadaan terpuruk atau dalam kedaan bermasalah. Sedang angka 10 itu berarti kedaan seperti di mimpi mbak Yoana. Sebelumnya ibu mau bertanya, kamu ingin berada sampai di angka berapa mbak Yoana ?
Klien
Saya ingin berada di posisi lima bu
Konselor
Dan angka 5 itu berarti keadaan apa yang diinginkan mbak Yoana ?
Klien
Ya saya tau alasan mengapa pacar saya bersikap seperti itu,sehingga saya jadi bisa konsen kuliah lagi
Konselor
Oke bagus sekali itu mbak Yoana. Tapi sebelum menuju ke angka 5 masih ada angka 1,2,3 dan 4 yang harus dilalui. Kalau begitu apa yang ingin dilakukan mbak Yoana untuk angka 1,2,3 dan 4 ?
Klien
Duh, saya bingung bu.
Konselor
Tenang mbak Yoana,  dipikirkan saja secara pelan-pelan dan bertahap. Kira2 di angka 1 apa yang ingin dilakukan terlebih dahulu oleh mbak Yoana ?
Klien
Ya saya akan mencoba sms dia bu
Konselor
Wah, bagus itu, kemudian apa yang ingin dilakukan mbak Yoana pada rentang angka 2?
Klien
Saya kan menjawab sms dan telepon dia bu, pokoknya saya tidak menghindari dia lagi
Konselor
Oke kemudian di angka 3 ?
Klien
Saya akan mencoba menuruti dia bu, pokoknya sms tiap hari, kasih kabar terus seperti yang pacar saya inginkan
Konselor
Kemudian di angka 4 ?
Klien
Ya saya mencoba meminta penjelasan atau alasan dia bersikap seperti itu bu
Konselor
Wah bagus sekali mbak Yoana. Kira2 kapan mbak Yoana ingin mulai mencoba melakukannya?
Klien
Ya saya akan mulai besok pagi bu, saya akan sms dia.
Konselor
Kalau begitu bagaimana ibu bisa tahu mbak Yoana sudah mencobanya ?
Klien
Saya akan kembali lagi bu kesini. Kira2 seminggu dari sekarang
Konselor
Oke kalau begitu,tetapi sebelumnya coba mbak Yoana ulangi lagi apa yang akan dilakukan mabk Yoana itu ?
Klien
 Di rentang angka no. 1 saya akan mencoba sms dia. Di no.2 saya akan membalas semua sms dan telepon dari dia, pokoknya saya mencoba untuk  tidak menghindar lagi dari pacar saya. Di no.3 saya akan menuruti kemauannya,kasih kabar terus setiap hari. Di no.4 saya akan mencoba meminta penjelasan atau alasan dia bersikap seperti itu. Dan di angka 5 saya sudah tau alasan mengapa pacar saya bersikap seperti itu, sehingga saya jadi bisa konsen kuliah lagi bu.
Konselor
Ya bagus sekali, jadi kamu sudah mantap dengan  pilihanmu sendiri apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan masalahmu
Konselor
Karena waktu sudah menunjukkan jam 2, bagiman kalau pertemuan konseling kita hari ini kita akhiri dulu begitu, mbak Yoana ?
Klien
Ya bu begitu juga tidak apa-apa.
Konselor
Ya, kalau begitu kita akan betemu lagi seminggu dari sekarang ya mbak Yoana. Ibu doakan semoga kamu sukses menjalankan tujuan kamu
Klien
Ya bu, terima kasih



SUMBER :
Hand- Out "Prosedur dan Teknik TBS" dari  Ibu Dra.Sri Wiyanti, M.Si dengan beberapa perubahan